# Advisory — Persepsi Masyarakat terhadap Kredibilitas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Menanggapi Kritik Pakar dan Rakyat di Media Sosial

Job: 2

---



**ADVISORY RISET — SEM-PLS KredibilitasKonsistensi**

**1. Interpretasi Temuan Utama**

Model gagal lolos uji diskriminan validity. HTMT 4-7 pasangan > 0.90; 4-5 pasangan > 1.0 (peak 1.574). Konstruk empiris tidak terbedakan; path coefficients tak interpretabel. R² endogen 0.2068 di bawah ambang 0.25 Hair — explanatory power rendah. f² semua konstruk < 0.15; PaparanKritikPakar f² ≈ 0.01 → kontribusi praktis nol. KredibilitasResponsivitas prediktor terkuat (β 0.2715, f² 0.089) tapi tertahan overlap dengan PaparanKritikPakar. Tanpa VIF, normalitas residual, N sampel di artefak — model tidak reproducible.

**2. Kekuatan & Kelemahan**

*Kekuatan:* Model parsimoni (5 prediktor, 1 endogen); KredibilitasKonsistensi sebagai outcome terukur; PaparanKritikPakar layak di-drop (f² negligible, R² eksogen = 0).

*Kelemahan fatal:* HTMT > 1.0 = artefak komputasi atau item overlap antar konstruk. 7/15 pair di zona abu-abu (>0.80–0.90) → konstruk terlalu sempit atau item redundan. R² = 0.0 pada semua eksogen konform (memang benar, bukan anomali), tapi memperkuat bahwa model linear tunggal tak cukup. Tanpa mediasi/moderasi, 79.3% varian hilang.

**3. Rekomendasi Tindak Lanjut**

Urutan ketat:

- **(a) Validasi item-level dulu.** CR > 0.7, AVE > 0.5 per konstruk. Item yang mengerek HTMT > 1.0 antar konstruk → drop atau reassign.
- **(b) Perbaiki HTMT.** Target < 0.90 semua pair. Jika item overlap persisten antar PaparanKritikPakar ↔ KredibilitasResponsivitas/Kompetensi → merge konstruk atau ubah definisi operasional.
- **(c) Cek VIF** (< 5) + Fornell-Larcker sebagai backup check.
- **(d) Drop PaparanKritikPakar** dari model; rerun 4-prediktor. Catat Δ R² dan β.
- **(e) Laporan minimal:** N, skewness/kurtosis residual, scatterlinearity check, VIF, f² per path. Tanpa ini, angka tak publishable.
- **(f) Re-estimasi.** Baru klaim jalur setelah (a)-(e) bersih.

**4. Potensi Risiko**

- Klaim "novel" sebelum HTMT fix → reviewer reject; reputasi metodologis turun.
- Drop item tanpa justifikasi → konstruk berubah makna; validitas konten hilang.
- N kecil + residual non-normal → SE path bias; signifikansi menyesatkan.
- Multikolinearitas tersembunyi (VIF tak dilapor) → path flapping antar rerun; kesimpulan tak stabil.
- Publikasi tanpa pelaporan N dan matriks validitas → artefak tak reproducible, risiko retraksi.

**Verdik: model tidak layak klaim sekarang. Re-speccify konstruk → validasi → re-estimasi. Angka publikable saat ini: nol.**

---

## Checklist Etika Riset (KEPK & UU PDP)

- [ ] **Ethical clearance KEPK** — riset ini terdeteksi melibatkan subjek manusia (responden/informan). Jurnal SINTA 1-2 dan Scopus umumnya mewajibkan surat kelayakan etik.
- [ ] **Informed consent** — pastikan ada lembar persetujuan yang menjelaskan tujuan, risiko, hak menarik diri, dan kerahasiaan.
- [ ] **Anonimisasi** — nama, NIK, nomor telepon, dan email tidak boleh muncul di lampiran publik.
- [x] **PII otomatis diredaksi** oleh pipeline sebelum data dikirim ke layanan eksternal (OpenAlex/LLM) dan sebelum masuk paket lampiran.

_Catatan: checklist ini bantuan administratif, bukan pengganti keputusan Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) atau penasihat hukum._
